Loading...

Memacu Investasi untuk Inovasi

Inovasi produk berperan penting di dalam peningkatan kinerja ekspor suatu negara.  Inovasi turut meningkatkan probabilitas perusahaan manufaktur untuk melakukan ekspor. Inovasi yang dimaksud disini adalah kapabilitas dari perusahaan manufaktur dalam menciptakan produk baru untuk diekspor ke negara lain. Grossman dan Helpman (1991) telah menunjukan peran penting dari inovasi produk baru untuk pertumbuhan ekonomi sehingga konsumen dapat menikmati barang yang berkualitas tinggi.

Sumber: World Bank Enterprises Survey, 2015

Bank Dunia di tahun 2015 melakukan survei kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa hanya 1,9% perusahaan yang disurvei yang berinvestasi pada penelitian dan pengembangan. Pada indikator yang sama, 15,7% perusahaan di Thailand melakukan investasi di penelitian dan pengembangan dan di Malaysia sebanyak 10,5%. Hal ini tentu turut mempengaruhi kinerja inovasi Indonesia yang ditunjukan pada global innovation index

Global Innovation Index, 2019

Sumber: Global Innovation Index, 2019

Ranking Indonesia di Global Innovation Index tahun 2019 tertinggal jauh dibandingkan Malaysia, Vietnam dan Thailand. Malaysia berada di ranking 35, Vietnam di ranking 42, Thailand 43 dan Indonesia berada di ranking 85. Hal ini menunjukan pentingnya investasi untuk berinovasi di Indonesia. Inovasi memiliki peran penting dalam mewujdukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan produktivitas dan juga meningkatkan ekspor.

Temuan dari Palangkaraya (2012) turut menunjukan bahwa perusahaan yang melakukan inovasi produk memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk menjadi “eksportir” baru. Studi dari Chadha (2009) menunjukan bahwa inovasi dapat menjadi alat strategis untuk meraih pangsa pasar ekspor di dunia. Vergara (2019) juga melihat bahwa banyak studi yang menjelaskan hubungan antara inovasi dengan akumulasi kapabilitas yang terdiri dari desain produk, proses produksi, inovasi manajemen dan pemasaran yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekspor. Penelitian Aw et al. (2011) menunjukan hal yang menarik dimana keputusan perusahaan untuk melakukan ekspor dipengaruhi oleh keputusan perusahaan manufaktur untuk melakukan investasi teknologi dan product-mix.

*Vietnam data tahun 2017

Sumber: UNESCO, 2019

Gross Expenditure on Research and Development (GERD) merupakan indikator yang dapat mengukur pengeluaran dari penelitian dan pengembangan di suatu negara. Data dari UNESCO menunjukan bahwa Indonesia memiliki persentase pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap PDB paling rendah jika dibandingkan Malaysia, Thailand dan Vietnam. Persentase R&D terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 0,23%, tertinggal dengan Malaysia yang mencapai 1,43%, Thailand 0,78% dan Vietnam 0,52%. Tingginya kontribusi pengeluaran penelitian di Malaysia, Thailand dan Vietnam disumbang oleh pihak swasta.

Data GERD dibiayai Perusahaan Swasta di Vietnam merupakan data tahun 2017

Sumber: UNESCO, 2019

Data diatas merupakan GERD yang dibiayai dari pemerintah dan sektor swasta. Pola pembiayaan R&D di Indonesia dan negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam terlihat perbedaannya. Di Indonesia, sumber utama dari pembiayaan R&D berasal dari sektor pemerintah dan sektor swasta berkontribusi sangat minim. Jika melihat Malaysia, Thailand dan Vietnam, kontribusi pembiayaan R&D lebih besar dari pihak swasta dibandingkan Pemerintah. Hal ini menunjukan bahwa pemain swasta di Indonesia belum berinvestasi pada R&D yang mampu menghasilkan inovasi. Padahal, inovasi merupakan kunci dari kemajuan produktivitas dan keuntungan suatu perusahaan. Berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menstimulasi inovasi yaitu

  1. Menfasilitasi R&D di Perusahaan melalui skema kredit pajak, pengurangan pajak untuk R&D, skema asuransi teknologi dan subsidi R&D untuk perusahaan
  2. Menyediakan platform untuk inovasi seperti pusat inovasi bisnis, kantor transfer teknologi dan kluster industri berteknologi tinggi. Tentu saja pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur, namun juga memastikan bagaimana infrastruktur tersebut mampu bekerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Newsletter Kami !

Dapatkan Artikel Penting dan Wawasan:.

Loading