Loading...

Menjadi Hub Country : Berguru Pada Negeri Singa

Dalam 50 tahun singkat sejak kemerdekaannya, Singapura telah menempatkan dirinya sebagai yang terdepan pusat keuangan global. Menurut iterasi terbaru dari Indeks Pusat Keuangan Global (GFCI) yang diterbitkan oleh lembaga think tank Z/Yen dan China Development Institute, Singapura menduduki peringkat pusat keuangan paling kompetitif ke-3 di dunia.

Ketika industri jasa keuangan Singapura tumbuh semakin kompleks dan terinternasionalisasi, muncul kebutuhan untuk pendekatan yang lebih terkonsolidasi untuk pemerintahan agar pemerintah bisa mengatur sektor keuangan secara komprehensif. Pemerintah Singapura kemudian mendirikan Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada tahun 1971, yang memainkan peran ganda bank sentral dan regulator keuangan.

Titik balik Singapura sebenarnya terjadi  saat  pendirinya, Lee Kuan Yew mengambil alih, ia dengan cepat mengubah dirinya dari negara terbelakang menjadi negara kota modern pertama di dunia. Perlahan-lahan, ia mulai menarik lembaga keuangan Barat tertarik pada janjinya sebagai pusat regional Asia Pasifik, berkat lokasinya yang strategis antara Asia dan Lingkar Pasifik.

Beberapa faktor krusial yang menyebabkan menjadikan Singapura sebagai hub yang besar adalah sebagai berikut:

  • Keunggulan Teknis

Terlepas dari ini, Singapura juga dikenal sebagai pusat wisata dan elektronik di mana yang terakhir ditandai oleh kehadiran beberapa perusahaan semikonduktor yang telah menyiapkan pangkalan mereka di sana. Selain itu, ia membanggakan perusahaan kelas dunia yang berspesialisasi dalam perangkat lunak dan teknologi canggih seperti Inteligensi Buatan. Memang, mengingat keterampilan teknis penduduknya serta undang-undang imigrasi yang ditargetkan yang menarik yang terbaik dan paling cerdas dari seluruh dunia, Singapura dikenal karena kehebatannya dalam keunggulan teknis.

  • Perbankan dan Keuangan

Singapura memiliki peran regional dan global utama sebagai pusat perbankan utama. Menurut MAS,bank-bank di Singapura memiliki total aset US $ 2 triliun pada 2013.21 Ini menampung total 126 bank komersial, yang 5 di antaranya adalah bank lokal dan 121 adalah bank asing. Dari bank-bank asing ini bank, 29 bank penuh, 55 bank grosir, dan 37 bank lepas pantai.23 Secara khusus, 3 bank lokal terbesar Singapura, DBS, UOB, dan OCBC, telah menempati peringkat di antara merek perbankan terkuat dan paling berharga di dunia.

  • Manajemen aset

Setelah mengidentifikasi manajemen aset sebagai sektor pertumbuhan utama pada 1980-an, Singapura sejak itu muncul untuk menjadi pusat manajemen aset terkemuka di Asia. Pada 2015, aset di bawah manajemen (AUM) di Singapura berjumlah S $ 2,6 triliun, pertumbuhan 9% dari tahun tersebut sebelum.28 Aset ini dikelola oleh 628 manajer dana terdaftar dan berlisensi.

  • Pasar modal

Posisi Singapura sebagai pusat keuangan utama bergantung pada pasar modal yang dalam dan likuid, dengan pasar untuk obligasi, modal, valuta asing dan over-the-counter (OTC) turunannya sangat menonjol. Dalam hal obligasi, total utang yang diterbitkan pada tahun 2015 adalah sebesar  $ 174 miliar, terdiri dari hutang SGD dan non-SGD, diterbitkan oleh beragam kelompok lokal dan emiten asing. Berbagai macam penerbitan dan penerbit utang ini mencerminkan Singapura sebagai penghubung pendapatan tetap internasional.

  • FinTech

Ketika ekonomi Singapura mengalami digitalisasi hingga tahun 2000-an, kemunculan perusahaan baru yang berteknologi tinggi telah menimbulkan kemajuan yang signifikan di keuangan Singapura. Namun, kemunculan sektor FinTech ini  bukanlah suatu kebetulan. Ini sangat terkait dengan inisiatif Pemerintah dan Masyarakat Singapura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Newsletter Kami !

Dapatkan Artikel Penting dan Wawasan:.