Loading...

Beberapa Rekomendasi untuk Substitusi Impor Indonesia

Penelitian dari Rahardja dan Varela (2015) menunjukan bahwa ketersediaan dan penggunaan impor barang setengah jadi berasosiasi dengan pertumbuhan output dan nilai tambah yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi dan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas dengan gaji yang lebih tinggi. Penelitian tersebut turut menunjukan bahwa penggunaan impor dari barang setengah jadi berhubungan dengan peningkatan kualitas dan jangkauan produksi yang lebih luas, sehingga mampu menghasil diversifikasi bagi perekonomian Indonesia. Ketika kebijakan substitusi impor diterapkan, misal dengan instrumen kuota dan tarif, maka perusahaan dengan kinerja terbaik yang membutuhkan impor bahan barang setengah jadi maupun barang modal dapat “terluka”.  Langkah pemerintah untuk menerapkan kebijakan substitusi impor yang bertujuan untuk melindungi produsen domestik kemudian perlu dipertanyakan kembali.

Cali (2017) menemukan bahwa proteksi impor bukan merupakan cara yang efektif untuk memacu pertumbuhan dan daya saing dari produsen manufaktur domestik, termasuk produsen barang antara. Proteksi tersebut justru mengurangi insentif dari perusahaan untuk berinovasi dan mampu meningkatkan biaya dari input tersebut.

Indonesia perlu menerapkan strategi lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor barang setengah jadi. Smart shortcut yang dapat diterapkan untuk mengurangi ketergantungan tersebut tanpa melalui proteksi adalah pemberian dukungan maupun bantuan kepada industri domestik yang telah mampu memproduksi barang setengah jadi dan barang modal beserta mengundang investor asing yang mampu memproduksi  barang setengah jadi dan barang modal untuk mempromosikan kompetisi.  Berikut adalah usulan mengenai langkah-langkah yang harus diterapkan Indonesia:

Memberikan Dukungan pada Industri Barang Setengah Jadi dan Barang Modal Domestik..

  1. Pertama, Indonesia harus melakukan studi user experience terhadap pelaku industri manufaktur untuk menemukan daftar input barang setengah jadi dan barang modal yang dibutuhkan oleh pelaku industri domestik, daftar supplier barang setengah jadi dan barang modal perusahaan dari pihak asing serta alasan mengapa perusahaan manufaktur menggunakan input dari impor, bukan input dari perusahaan domestik; Di tahap ini, Indonesia juga melakukan riset pemetaan untuk menemukan kode HS dari impor barang setengah jadi dan barang modal  terbesar. Kombinasi dari studi user experience dan riset pemetaan tersebut membantu Indonesia untuk menemukan produk input barang setengah jadi dan barang modal apa yang paling dibutuhkan oleh industri manufaktur Indonesia;
  2. Kedua, Indonesia melakukan pemetaan mengenai perusahaan domestik yang mampu memproduksi ataupun melakukan ekspor barang setengah jadi dan barang modal.  Disini pemerintah turut melakukan studi user experience untuk menemukan bantuan, dukungan maupun kebijakan apa yang dibutuhkan pelaku industri barang setengah jadi dan barang modal di Indonesia agar produksinya dapat meningkat. Di tahap ini, pemerintah mampu mengetahui dukungan dan bantuan apa yang dibutuhkan pelaku industri barang setengah jadi dan barang modal domestik;
  3. Ketiga, pemerintah dapat melakukan studi user experience kembali pada perusahaan manufaktur domestik, apakah input barang setengah jadi dan modal produksi industri domestik memiliki kualitas yang sama dengan input dari impor. Jika kualitas dari input produksi lokal masih kurang baik atau harganya terlalu mahal, maka pemerintah perlu memberikan dukungan dan bantuan agar input barang setengah dan barang modal  tersebut memiliki kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

Sembari Mempromosikan Kompetisi di Industri Barang Setengah Jadi dan Barang Modal….

  • Kelima, sembari memberikan dukungan dan bantuan pada industri barang setengah jadi dan barang modal domestik, pemerintah dapat turut mempromosikan kompetisi dengan mengundang investor asing yang mampu memproduksi barang setengah jadi  dan barang modal tersebut secara spesifik. Untuk memilih siapa investor asing, Indonesia dapat melakukan melalui pemetaan impor barang setengah jadi dan barang modal terbesar dari negara asal dan fokus mencari perusahaan asing di negara tersebut yang mampu memproduksi barang setengah jadi dan barang modal.
  • Keenam, pemerintah berdiskusi langsung dengan perusahaan asing yang mampu memproduksi barang modal dan barang setengah jadi, insentif dan hal apa yang mereka perlukan agar mereka mau masuk berinvestasi di Indonesia.
  • Ketujuh, Indonesia dapat menawarkan pasar domestik yang besar serta ketersediaan berbagai bahan mentah dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga investor asing mau masuk ke dalam Indonesia.

Kombinasi dari kebijakan yang mempromosikan kompetisi  serta memberikan dukungan pada industri barang setengah jadi dan barang modal bukan tidak mungkin untuk diterapkan di Indonesia. Dengan kombinasi kebijakan ini, Indonesia tidak memaksa perusahaan manufaktur untuk menggunakan input lokal, namun menyiapkan industri lokal barang setengah jadi dan barang modal agar lebih siap sembari mempromosikan kompetisi dengan pihak asing.  Apalagi berbagai studi menunjukan bahwa tingginya tingkat kompetisi mampu meningkatkan kinerja dari industri tersebut. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Newsletter Kami !

Dapatkan Artikel Penting dan Wawasan:.

Loading