Loading...

Masa Depan Ekonomi Indonesia adalah Ekonomi Sirkular

Krisis lingkungan nyata. Emisi dari Gas Rumah Kaca Indonesia telah meningkat 42% sejak pergantian abad (OECD, 2019 hal.28). Emisi tersebut diproyeksikan tumbuh lebih cepat selama 15 tahun ke depan di bawah skenario business as usual (KLHK, 2018 dalam OECD, 2019 p.28). Bill Gates bahkan menyampaikan krisis COVID-19 menyakitkan, namun perubahan iklim akan jauh lebih buruk.

Sayangnya, Indonesia justru baru mengesahkan UU Cipta Kerja yang menyederhanakan prosedur dan perizinan lingkungan. Dalam salah satu analisis potensi dampak dari RUU Cipta kerja oleh Madani Berkelanjutan (2020), lima provinsi akan kehilangan seluruh hutan alamnya pada 2056 akibat laju deforestasi yang dilegalkan oleh RUU Cipta Kerja. Sistem ekonomi linear berbasis “ambil-gunakan-buang” telah menyebabkan perubahan iklim yang signifikan di Indonesia. Studi Burke, Hsiang, and Miguel (2015) dari Stanford University menunjukan perubahan iklim memiliki probabilitas untuk mengurangi PDB per kapita Indonesia hingga 85% pada tahun 2100. Indonesia membutuhkan transformasi sistem ekonomi agar “selamat” dari krisis yang diakibatkan perubahan iklim tersebut.

Penulis membayangkan bahwa 25 tahun lagi, sistem ekonomi Indonesia sudah menerapkan ekonomi sirkular atau circular economy. Secara sederhana, prinsip dari ekonomi sirkular adalah mendaur ulang limbah sehingga mampu menghasilkan barang lainnya yang pada akhirnya terwujudlah konsep zero waste. Dalam skala global, manfaat ekonomi dari penerapan ekonomi sirkular mencapai USD 4,5 triliun sampai 2030 (WEF, 2020). Berita buruknya, laporan dari Circularity Gap menunjukan hanya 8,6% dari seluruh dunia yang sudah menerapkan konsep sirkular tersebut. Indonesia, sebagai pemilik hutan tropis terbesar serta ekosistem laut yang sangat kaya, memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan konsep ekonomi sirkular di dunia.  Sebagai tambahan, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia, sehingga mau tidak mau Indonesia juga harus berbenah (Statista, 2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Newsletter Kami !

Dapatkan Artikel Penting dan Wawasan:.

Loading