Loading...
Wed. Jun 19th, 2024

metaverse with business concept, man using computer and touch virtual globe with financial icons future technology, business goals, online communication,graph Screen Icon of a media screen,big data

Melompat Menuju Metaverse : Bagaimana Peran Metaverse Membantu Melahirkan Ekosistem UMKM yang Kondusif serta Tantangannya

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Wall Street Giant di Republik Rakyat Tiongkok mencatat bahwa prospek pasar metaverse kurang lebih mencapai angka 4 triliun dolar. Angka tersebut sangat besar karena tidak mencakup seluruh dunia. Lantas apa itu “metaverse” sehingga begitu potensial sehingga korporasi besar seperti Microsoft dan Meta (dulu Facebook) berpartisipasi pada riset bernilai miliar dolar dan dianggap bisa mengdisrupsi kegiatan luring termasuk dalam hal perdagangan. 

Di dalam sebuah jurnal berjudul All One Needs to Know About Metaverse: A Complete Survey on Technologal Singularity Virtual Ecosystem, and Research Agenda, metaverse memiliki pengertian sebagai teknologi simulasi berbasis komputer yang menyajikan sebuah konsep ekosistem layaknya dunia nyata. Mudahnya metaverse mirip dengan permainan virtual simulasi di mana masing – masing karakter hidup dan berinteraksi di dalamnya. Yang menjadikan metaverse berbeda adalah teknologi ini kemudian dibangun di atas teknologi blokchain di mana tidak ada sentralisasi server. Layaknya simulasi ekosistem dunia nyata, masing – masing pengguna kemudian bisa melakukan aktivitas dari berdagang, berdiskusi, hingga melakukan perjalanan virtual.

Beberapa proyek metaverse yang cukup terkenal antara lain: Decntralization (MANA) yang menyediakan platform untuk even secara daring, perdagangan, hingga permainan. The Playgorund (SAND) yang menyediakan platform aset digital berupa lahan virtual yang bisa dijual belikan. Hingga Bloktopia (BLOK) yang menawarkan lahan virtual berupa gedung pencakar langit di mana masing – masing pengguna bisa mengadakan even di dalamnya. Lantas bagaimana metaverse yang juga masuk ke dalam pembahasan di G20 kemudian bisa membantu melahirkan ekosistem UMKM yang kondusif?

Untuk membedah hal ini kita harus belajar dari Korea Selatan melalui proyek bernama Seoul Vision 2030 Plan (SV2030). SV 2030 pada dasarnya lahir dari permasalahan yang lahir saat Pandemi Covid-19 di mana terjadi banyak sekali pelanggaran protokol Covid-19 dan keterbatasan lahan yang ada. Atas dasar inilah Pemerintah Metropolitan Seoul kemudian menginisiasi sebuah proyek di mana masyarakat bisa mengakses layanan publik dan konsultasi publik bahkan acara – acara yang ada hingga sekolah melalui sebuah platform virtual tanpa harus kehadiran secara fisik. Masyarakat kemudian hanya cukup menggunakan perlatan virtual reality untuk bisa masuk ke dalam platform kota digital. Proyek ambisius ini bahkan mendapatkan pendanaan dari The South Korean Capital sebesar 2,8 miliar dolar.

Melalui proyek ini kita kemudian bisa melihat bahwa kehadiran teknologi virtual seperti metaverse mempunyai banyak sekali manfaat khususnya dalam hal pelayanan publik hingga meningkatkan pemasaran produk. Contoh dalam pelayanan publik untuk UMKM, melalui metaverse, para pelaku usaha kemudian bisa berinteraksi layaknya datang ke kantor layanan publik sehingga diharapkan koreksi – koreksi yang terjadi pada sistem digital untuk UMKM kemudian teratasi karena efektifnya dan efisiennya proses interaksi jika ditemukan kesulitan selama proses pelayanan publik. Tidak ayal ada beberapa institusi perbankan di Indonesia yang mulai melakukan investasi di metaverse. Selain daripada membantu pelayanan jauh lebih praktis, terdapat dua hal yang sangat strategis bagi metaverse sehingga bisa bermanfaat bagi UMKM, dua hal tersebut adalah Value Creation dan Eksosistem Bisnis, hal – hal tersebut kemudian dijabarkan di tabel di bawah ini.

Dampak PositifDampak Negatif
Value CreationEkosistem BisnisRisiko
Efisiensi OperasionalMenciptakan Konsolidasi dan Penciptaan Persaingan oleh Kompetitor BaruSemakin Besarnya Ketidaksetaraan
Pembuatan Keputusan yang Lebih EfektifMenciptakan Konsolidasi dan Penciptaan Nilai Melalui Proses Disitermediasi dan Re-IntermediasiMengurangi Kompetisi antar Pelaku Usaha
Konektivitas antar Lini yang Lebih BaikEkosistem Harga yang MurahTerkonsentrasinya Akumulasi Ekonomi pada Pelaku Usaha Besar
Melahirkan Konsep Bisnis BaruAdaptasi untuk Menciptakan Model Bisnis Baru

Tabel 1 Dampak Positif dan Negatif Ekonomi Digital 

Namun dibalik potensi tersebut terdapat tantangan sebagaimana metaverse adalah bagian dari disrupsi digital, Berdasarkan Economic Comission for Latin America and The Caribbean mencatat faktor – faktor yang menjadi tantangan antara lain:

Aspek PengetahuanAspek AksesAspek PengaplikasianAspek Transformasi
Ketiadaan alat – alatKekurangan akses pembiayaanKurangnya infrastruktur digitalTeknologi terlalu mutakhir
Pelaku usaha beranggapan bahwa digitalisasi tidak relevan dan tidak memberikan manfaat siginfikanPenyedia teknologi yang terjangkauKurangnya sumber daya manusia yang bisa mengaplikasikanKurangnya sumber daya manusia untuk pengembangan
Peraturan yang memfasilitasi aksesKebiasaan dalam operasionalSifat dan struktur organisasi yang tidak adaptif terhadap digitalisasi
Terlalu mutakhirnya permintaan
Penggunaan data yang bersifat digital dalam skala besar
Ketahanan sistem-siber

Tabel 2 Faktor – Faktor yang Menjadi Tantangan Ekonomi Digital (ECLAC, 2021)

Melihat bagaimana perkembangan invstasi metaverse dan potensi dari teknologi tersebut, sudah seharusnya metaverse kemudian dipertimbangkan sebagai salah satu varian dari teknologi digital yang bisa dimanfaatkan lebih besar lagi dari mulai pelayanan publik hingga penciptaan ekosistem, namun kita juga tetap harus melihat tantangan – tantangan yang ada untuk kemudian bisa diatasi.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PANCARONA

Ruangnya para UMKM

Firman Setyaji
Pemilik Usaha Kerajinan Eceng Gondok dari Ambarawa
Nawati
Pemilik Usaha Bank Sampah Dansen Sejahtera di Pontianak

Berlangganan Newsletter Kami !

Dapatkan Artikel Penting dan Wawasan:.

Loading